Dua Ribu Dua Puluh dengan Pandemi yang Mengundang Riuh

Nafa Indah Sasmi

Hai.. Dua Ribu Dua Puluh

Tahun yang di 89 hari awalnya sudah terisi banyak keluh
dan membuat hampir seluruh isi bumi ini ikut riuh
Awal Dua ribu dua puluh saja sudah cukup menguras peluh

Hai.. Tahun  yang bahkan belum habis mencapai awal caturwulan
Tahun yang di sambut dengan berjuta harapan
Di sambut hangat dengan pelukan
Yang kini menyebabkan banyak kekhawatiran

Dua Ribu Dua Puluh,
dalam Tahunmu hadir sebuah Pandemi
Hal yang menghentikan paksa aktivitas seluruh manusia Bumi
Tanpa terkecuali kami

Pandemi Covid-19,
Sudah cukup kau membuat Bumi ini prihatin
Membuat semua rencana menguap terbang terbawa angin
Cukup, sampai disini saja, kau sudah terlalu banyak menyiksa batin

Corona, Hilang ya
Sebentar lagi Ramadhan akan tiba
Tolong jangan ganggu ibadah kami yang cuma setahun sekali saja
Kami sudah cukup menahan Rindu menanti nya
Biarkan kami menikmati Ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya

Cukup ya, membuat kami terperangkap dirumah saja
Cukup, kau hilangkan semua senyum dan tawa
Sudahlah, usai kan tugas mu kami sudah cukup merana
Sudah, kami sudah banyak mendapat pelajaran berharga

Corona, pergilah
Hadir mu mungkin sebagai akibat perbuatan manusia Bumi yang serakah
Tapi banyak orang tak bersalah yang kau buat susah
Sudah, Usai kan Usikmu kami sudah cukup lelah

Batam, 30 Maret 2020

  • Author: Nafa Indah Sasmi (Offline Offline)
  • Published: August 27th, 2023 09:23
  • Category: Unclassified
  • Views: 1
Get a free collection of Classic Poetry ↓

Receive the ebook in seconds 50 poems from 50 different authors




To be able to comment and rate this poem, you must be registered. Register here or if you are already registered, login here.